Thursday, 17 March 2011

DONASI ILMU YAYASAN HULASKO KE SEKOLAH SMART EKSELENSIA INDONESIA, PARUNG, BOGOR

Donasi Ilmu, Bukan Donasi Dana

Hari Sabtu, 5 Maret 2011 yang sejuk karena bekas hujan semalaman tidak menyurutkan semangat Yayasan HULASKO untuk Donasi Ilmu, ya Donasi Ilmu, bukan Donasi Dana, ke Sekolah Smart Ekselensia Indonesia- Lembaga Pengembangan Insani (SEI-LPI) di Parung, Bogor.

Setelah tiba di tempat tujuan, sudah terlihat di ruang pelatihan diadakan, anak-anak siswa Kls 5 (setara dengan Kls 3 SMU) Angkatan ke-3, sejak SEI didirikan 7 tahun lalu. Keberangkatan Yayasan ke SEI ini merupakan kunjungan ke-2 .

Disertai hujan rintik-rintik, selama di perjalanan dalam satu mobil dari Jakarta menuju tempat tujuan, rombongan Yayasan Hulasko yang terdiri dari Budi Palupi (Ketua Badan Pengurus Yayasan dan Ketua Rombongan), J. Sudarsono (Wakil Ketua Yayasan dan Facilitator), Sutikno Pandoyo (Facilitator), Emmy Soerjo (Humas Yayasan) dan Nehria Sudjarwo (Sekretaris Yayasan), memanfaatkan kebersamaan tersebut dengan ceritera-ceritera nostalgia selama berkarya di Hulasko.

Trashik, Acara Pembuka

Tepat jam 8:00 acara dibuka dengan pertunjukan musik Trashik yang dimainkan oleh siswa-siswa baru kelas 1 SMP Angkatan ke-7, yang merupakan siswa-siswa berbakat yang mewakili seluruh propinsi di Indonesia. Walaupun istrumen musik yang digunakan adalah barang-barang bekas, para siswa tampil ceria dan semangat. Dan, salah satu lagunya adalah, “Kucing Garong”, lucu, menggelikan melihat raut muka anak-anak yang senyum sambil memainkan instrumen itu. Melodinya yang keluar karena pukulan pada jejeran botol bekas, tidak kalah lho dengan melodi yang dihasilkan dari gitar akustik.

Mewakili pimpinan SEI-LPI, Bpk. Abdul Manaf, Kepala Sekolah SMP, memberikan kata sambutan, dengan mengucapkan Terima Kasih ke Yayasan Hulasko. Beberapa minggu lalu sebelum kunjungan Yayasan Hulasko, SEI juga menerima Bakti Peduli dari PT Trakindo Utama, di mana “Petinggi-Petinggi”nya mengajarkan pentingnya integritas bagi siapapun, termasuk bagi siswa-siswa. SEI-LPI memang sering menerima tamu dari berbagai Perusahaan atau Institusi , yang memberikan Donasi Ilmu, seperti yang diberikan oleh Yayasan Hulasko.

Tujuan, Harapan Yayasan Hulasko, Insan Kamil

Budi Palupi menyampaikan terima kasih kepada pimpinan SEI-LPI atas kepercayaan dan kesempatan ke-2 yang diberikan kepada Yayasan. Mengingat jajaran pengajar dan siswa peserta sesi ini berbeda dengan kesempatan pertama thn 2010, Budi Palupi menjelaskan status Yayasan Hulasko. Patut disyukuri warga Hulasko yang kini bertebaran di berbagai perusahaan di Indonesia maupun di manca negara mempunyai keterikatan melalui payung Yayasan Hulasko yang visinya adalah ingin menciptakan Keluarga Besar Hulasko yang peduli terhadap kesulitan warganya dan masyarakat umum, melalui program penyantunan, pendampingan dan pemberdayaan, berdasarkan rasa kesetiakawanan, persaudaraan dan persatuan yang kokoh.

Menyadari potensi dan kompetensi beragam yang dimiliki oleh warga Hulasko, melalui program pendampingan dan pemberdayaannya, Yayasan melakukan Donasi Ilmu ke SEI-LPI. Benar, warga Hulasko yang sarat ilmu dan pengalaman bersedia berbagi ilmu untuk Keluarga Besar Hulasko sendiri maupun masyarakat umum, seperti SEI-LPI ini.

Ini semua dimaksudkan untuk berpartisipasi dalam upaya mencerdaskan bangsa dan bersama-sama komponen lain bangsa menjadikan Indonesia ke depan lebih baik.

Setelah memperkenalkan satu demi satu rombongan Yayasan Hulasko yang hadir di acara ini, Budi Palupi juga menyampaikan pesannya agar para siswa menjadikan dirinya sebagai Insan Kamil.

Apa itu Insan Kamil? Sesuai yang dinasehatkan oleh Ibnu Sina, seorang ilmuwan muslim, Insan Kamil adalah insan yang bisa mendayagunakan keseluruhan potensi yang dimiliknya dengan seimbang. Dengan menggunakan keseluruhan potensi secara seimbang, seseorang akan menjadi kalifah yang baik di bumi, di masyarakat. Untuk menjadi insan kamil, arah pendidikan yang diberikan harus mencakup 3 hal utama :

Perkembangan fisik, melalui:

· makanan yang thayyib dan halal

· istirahat, tidur yang cukup

· olah raga yang teratur dan terukur

1. Perkembangan agama, akhlak, budi pekerti

2. Perkembangan intelektual

Budi Palupi percaya para siswa telah mendapatkan ketiga hal tsb di SEI-LPI. Selanjutnya juga mengingatkan agar siswa mempersiapkan dengan matang karena bulan April mendatang mereka menempuh ujian. “Ikuti jejak para senior kalian, karena thn 2010 lalu, seluruh siswa Kls 5 sebanyak 30 (tiga puluh) semuanya bisa diterima di Perguruan Tinggi Negeri”, begitu pesan Budi Palupi.

Mengakhiri sambutannya, Budi Palupi meminta 30 (tiga puluh) siswa Kls 5 plus 1 (satu) siswa lulusan thn lalu yang berkunjung ke SEI-LPI setelah menyelesaikan Program Pertukaran Pelajar ke Belgia, memperkenalkan dirinya masing-masing, dengan menyebutkan asal daerah dan talenta/keahlian yang dimiliki atau cita-cita mereka. Ternyata mereka berasal dari kota yang beragam, a.l. Medan, Palembang, Lampung, Jakarta, Bekasi, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Tual Maluku, Samarinda, Bone, Makassar, dll. Demikian juga, talenta keahlian dan cita-cita mereka juga beragam, a.l. fisika, kimia, seni musik, teknik informatika, politik, bahasa asing (Jepang, Perancis, Arab), dll.

Sesi Pertama Donasi Ilmu, “Motivasi Untuk Pengembangan Diri”

Sebagai sosok yang menguasai ilmu “Public Speaking” dan seringnya tampil sebagai Master of Ceremony, Sutikno Pandoyo, tampil penuh percaya diri. Dengan intonasi yang jelas serta volume suara yang pas, walaupun saat itu agak batuk, pak Tikno seperti menghipnotis para siswa yang serius menyimak paparan “Motivasi Untuk Pengembangan Diri”.

Sesuai dengan tujuannya, sesi ini memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada peserta dengan cara mensimulasikan dan mendiskusikan tentang “Motivasi” yang dapat digunakan sebagai lokomotip untuk mendorong semangat setiap insan dalam proses menggapai masa depan.

Pak Tikno mengungkapkan, “Sukses itu milik kita semua” bagi yang benar-benar menyadari, yang menginginkan dan memperjuangkannya dengan sepenuh hati.

Ungkapnya, rasa percaya diri akan timbul bila meng-apresiasi diri kita sendiri. Patut disayangkan orang Indonesia ternyata paling kurang memberi apresiasi kepada orang lain.

Kepada siswa, pak Tikno yang kini bekerja di PT Arah Prana (Modec Langsa) juga memberitahu bahwa antara Sukses dan Gagal, sebenarnya perbedaannya tipis sekali . Yang membedakannya adalah Motivasinya. Dan untuk membangkitkan motivasi menuju sukses, diperlukan:

ü Bangun sikap mental yang positif dan sukses

ü Cintai profesi kita dan lingkungan sekitar

ü Berani merubah pola pikiran

ü Berhenti menyalahkan orang lain (Orang gagal ialah orang yang selalu menyalahkan orang lain)

ü Berani menyalahkan diri sendiri

ü Belajarlah

Motivasi paling bagus datang dari kita sendiri, walaupun orang lain juga dapat memotivasi kita. Dan untuk bisa fokus pada motivasi, buatlah jadwal.

Sebuah contoh kegigihan motivasi adalah cerita tentang si Pendiri ayam Kentucky (Kol. Sanders) yang pada mulanya menjajakan dagangan ayamnya dari rumah ke rumah. Pada ketukan pintu rumah ke 1016 barulah ada pembeli pertama. Tentu ini memerlukan kegigihan tersendiri.

Selain kegigihan, untuk membangkitkan motivasi diperlukan disiplin dan kontrol emosi. Di sesi ini juga ditanyakan kepada siswa, “Apa buktinya seseorang memiliki emosi rendah?”. “Gampang, bila anda sedang mengendarai motor, tiba-tiba ada motor yang menyalip anda dengan ugal-ugal-an, anda tetap tenang dan fokus mengemudikan motor anda, itu buktinya anda bisa mengontrol emosi anda”, ujar pak Tikno.

Mengakhiri sesinya, pak Tikno mengatakan kesuksesan adalah 10% ilham dan 90% -nya keringat. Karena hidup ini adalah pilihan, maka carilah yang membuat kita senang/gembira.

Kesempatan berhasil di tangan Yang Maha Menentukan, tetapi tugas kita bukan untuk berhasil tetapi untuk mencoba. Karena dari mencoba itulah kita menemukan kesempatan untuk berhasil.

Secara ringkas program ini mengungkapkan betapa dahsyatnya MOTIVASI, yang ternyata mampu membangkitkan jiwa yang lemah menjadi kuat, orang yang pesimis menjadi optimis dan orang yang gagal menjadi sukses. Survey membuktikan bahwa orang yang sukses dan orang yang gagal ternyata perbedaan IQ-nya sangat tipis. Yang menyolok adalah perbedaan Motivasinya.

Sesi Kedua, “Meningkatkan Kinerja Melalui behaviour Intervention”

Mengawali sesinya, J. Sudarsono, yang di tempat bekerjanya sekarang mendapat tugas multi disiplin, menceriterakan riwayat hidupnya. Mulai dari saat bekerja yang hanya berbekal setara ijazah sekolah menengah atas, atas kemauannya yang keras dan kemampuannya, J. Sudarsono berhasil meraih gelar kesarjanaan strata-1. Setelah pengabdian yang cukup panjang, dengan pertimbangan yang matang, J. Sudarsono meninggalkan perusahaan bukan karena ada masalah dengan perusahaan, tetapi J. Sudarsono ingin sekolah lagi, demi meningkatkan kemampuan akademiknya. Di sela-sela kesibukannya bekerja sebagai konsultan, J. Sudarsono berhasil menggapai titel magister, sarjana strata-2, dan kini mencurahkan perhatian serta melalui kontribusinya yang beragam di Lapindo Brantas, Inc.

Ceritera singkat tentang riwayat tsb dimaksudkan untuk membangkitkan semangat para siswa agar tak kenal lelah untuk terus belajar, untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.

Pak Darsono mengatakan bahwa tujuan sesi ini adalah agar siswa dapat memahami metodologi Behaviour Intervention. Dengan memahaminya, siswa bisa mengintervensi perilaku kerja dirinya sendiri maupun perilaku kerja orang2 di lingkungannya. Metode ini bisa diaplikasikan di lingkungan keluarga maupun di masyarakat.

Walaupun materi yang disampaikan oleh pak Darsono adalah yang dilaksanakan di dunia kerja, para siswa tampak antusias mendengar ceritera tentang pentingnya pelaksanaan HSE (Health, Safety & Environment), di industri minyak dan gas bumi. Penting karena industri minyak dan gas bumi adalah industri yang: tinggi teknologi, tinggi resiko dan padat modal. Bagaimana tidak padat modal, kalau biaya pengeboran untuk 1 sumur darat adalah sekitar US$ 4 – 5 juta, sedangkan untuk 1 sumur lepas pantai memerlukan biaya US$ 50 – 55 juta.

Pak Darsono menjelaskan Budaya Kerja Aman (Safety Culture) untuk meningkatkan kinerja diperlukan:

ü Attitude / Sikap

ü Behavior / Perilaku

ü Culture / kebiasaan kinerja di lingkungan sekitar

Lebih lanjut, pak Darsono membagi ilmu dan pengalamannya dalam melakukan Intervensi Perilaku, melalui berbagai metode, antara lain, Pendulum Top Down – Negative Effect & Positive Impact; Rekayasa Teknik (Engineering) yang akan menaikkan level:

ü Performance, engineering control

ü Standards

ü Perilaku

ü

“Bagaimana cara merubah perilaku orang lain?. Caranya akan dapat dipelajari”, ucap pak Darsono yang juga juga mengatakan seringkali orang tua bukan merubah perilaku anaknya, tetapi hanya memberitahu apa yang diinginkannya.

Secara detil, pak Darsono menjelaskan aplikasinya di industri migas melalui Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja, yang dilakukan melalui pendekatan perubahan perilaku dan membentuk Safety Culture/Budaya Kinerja Aman.

Menurut survey hampir semua kecelakaan disebabkan oleh perilaku manusia dan penurunan kecelakaan kerja, harus dilakukan dengan pendekatan konsep:

ü Teori Perilaku

ü Teori Motivasi

ü Teori Komunikasi

Pak Darsono juga menjelaskan step atau tahapan melakukan “Implementasi Behaviour Observation”, melalui : Prepare, Observe, Intervention/Communication, Record – Hasil Intervensi, dan Follow-Up.

Melalui perubahan perilaku yang permanen, bisa didapat performance yang optimal dan performance ini bisa diukur dari:

ü Total behaviour observation

ü Safe observation index

ü Accident/frequency/rate

Secara keseluruhan, program ini mengajarkan tentang manfaat Behaviour Intenvention (Perubahan Perilaku Kerja) dalam upaya meningkatkan kesadaran seseorang agar dapat menghasilkan kinerja yang optimal, benar dan aman.

Untuk mendapatkan kinerja optimal diperlukan keahlian yang relevan, namun pengamatan membuktikan walaupun seseorang memiliki keahlian yang memadai, belum tentu bisa menghasilkan kinerja yang optimal. Kinerja optimal tidak cukup dicapai hanya mengandalkan keahlian yang relevan, tetapi harus ditunjang aspek lain, yaitu perilaku.

Banyak orang pintar namun belum tentu mau bekerja dengan baik. Mengapa demikian? Salah satu cara pendekatannya adalah melalui Behaviour Intervention. Kita harus dapat mengintervensi perilaku seseorang agar orang mau berperilaku yang menunjang pada peningkatan kerja dan kerjasama dalam team.

Mengakhiri sesi, pak Darsono menceriterakan kepada siswa proses terjadinya Lumpur Sidoarjo, upaya-upaya penanggulangan yang telah dijalankan dengan semua pihak terkait dan statusnya kini. Penjelasan pak Darsono yang bekerja di Lapindo merupakan hal baik, agar publik luas tidak saja mendapatkan berita dari satu sisi yang dilansir oleh media, tetapi juga dari Lapindo. Siswa-siswa mendengarkan secara serius dan kini telah mendapatkan berita yang seimbang.

Menutup Program Donasi Ilmu dari Yayasan Hulasko, Budi Palupi mengharapkan pengetahuan yang dibagikan kepada para siswa memberikan banyak manfaat untuk kehidupannya sekarang sebagai pelajar maupun nanti di dunia kerja.

Diantar oleh beberapa pengajar SEI-LPI, rombongan Yayasan berkeliling area SEI-LPI, melihat

fasilitas yang ada, antara lain, Asrama Siswa, Ruang Makan, Perpustakaan (yang sedang dibangun ulang, dengan memperluas bangunannya), Sekolah Guru Ekselensia Indonesia, lapangan Olah Raga, dll.

000OOO0000

Sunday, 27 February 2011

Reminder Achievement Awards

Dear HULASKOERS,

Mengingatkan kembali kepada Keluarga besar HULASKO.untuk dapat berpartisipasi dalam program “Achievement Awards”.

Yayasan akan memberikan Penghargaan pd setiap “Achiever” yg terpilih, mulai dari Rp 2.500.000- (Dua juta lima ratus ribu rup.) hingga maks. Rp 5.000.000- (Lima juta rupiah).

  • Deadline pendaftaran adalah 28 Februari 2011, walaupun demikian, karena ada kemungkinan pendaftaran yg masih dalam proses pengiriman, maka Panitia masih menerima pendaftaran hingga akhir minggu ini, Jum'at, tgl 4 Maret 2011.


Tunjukanlah kemampuanmu dan dapatkan hadiahnya, ayo tunggu apa lagi, jangan lewatkan kesempatan baik ini ! Ayo segera daftarkan teman2 HULASKO atau Keluarga anda, jangan ketinggalan !


Monday, 31 January 2011

YAYASAN HULASKO
2010 ACHIEVEMENT AWARDS



HULASKOERS,
Sadar adanya potensi serta talenta yang dimiliki oleh Keluarga Besar HULASKO yang merupakan bagian dari masyarakat Indonesia, sesuai dengan Misi Yayasan HULASKO untuk bersama-sama komponen lain bangsa mewujudkan Indonesia ke depan yang lebih baik, Yayasan HULASKO meluncurkan program “Achievement Awards”, yang merupakan bagian dari Program Kerja tahun 2010, namun dilaksanakan di awal tahun 2011.

Program ini adalah ajang talent di masa depan yang berasal dari Keluarga Besar HULASKO. Melalui Program “Achievement Awards”, Yayasan HULASKO akan memberikan penghargaan untuk memberikan rasa percaya diri dan kebanggaan kepada individu dari Keluarga Besar Hulasko yang berhasil melakukan suatu pencapaian yang luar biasa.

Dengan kategori-kategori tersebut di bawah ini.

Yayasan akan memberikan Penghargaan kepada setiap “Achiever” yang terpilih, sebesar mulai dari Rp 2.500.000- (Dua juta lima ratus ribu Rupiah) hingga maksimum Rp 5.000.000- (Lima juta Rupiah). Tanpa memandang asal dari 4 (empat) katagori, “Achievement Awards” akan diberikan kepada “Achiever” yang terpilih maksimum 10 (sepuluh) orang setiap tahun.

KATEGORI:

1. Sport and Fitness of the Year
Penghargaan ini diberikan kepada individu yang dalam 12 (dua belas) bulan terakhir sebagai atlet yang mempunyai track record kebugaran yang prima, mempunyai semangat dan jiwa juara yang telah berlaga di suatu/beberapa turnamen dan menorehkan prestasi gemilang sebagai pemenang/juara di dunia olah raga, pada satu atau beberapa cabang olah raga, di tingkat
Kabupaten/Kotamadya/Propinsi/Nasional/Internasional.

2. Co/Extra-Curricular Activities of the Year
Penghargaan ini diberikan kepada individu siswa/siswi yang dalam 12 (dua belas) bulan terakhir, melalui suatu proses seleksi ketat, telah tampil meraih prestasi gemilang dengan terpilihnya yang bersangkutan memenangkan perlombaan/kompetisi untuk tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP), Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), atau Perguruan Tinggi (PT), pada kegiatan-kegiatan “Co/Extra-Curricular” yang meliputi, antara lain, LKIR (Lomba Kreativitas Ilmiah Remaja); Program Pertukaran Siswa Antar Negara, Seni Drama/Teater; Seni Tari; Fotografi; Teknologi Informasi; Forum Debat Bahasa Asing; PMR (Palang Merah Remaja); Paper Contest, dll, ditingkat Kabupaten/Kotamadya/Propinsi/Nasional/Internasional. Penghargaan ini diberikan kepada individu yang dalam 12 (dua belas) bulan terakhir telah tampil meraih prestasi gemilang dengan terpilihnya yang bersangkutan memenangkan perlombaan/kompetisi pertunjukan musik, kuliner dan/atau seni rupa meliputi, a.l. seni keramik, seni lukis, seni suara, seni pahat/ukir, seni batik, kerajinan tangan, seni arsitek, dan sejenisnya, ditingkat Kabupaten/Kotamadya/Propinsi/Nasional/Internasional.
Penghargaan ini diberikan kepada individu yang dalam 12 (dua belas) bulan terakhir telah mendedikasikan dirinya sebagai wujud pengabdiannya kepada masyarakat, dengan menjadi Ketua Rukun Tetangga (RT) , Ketua Rukun Warga (RW), Penggerak/Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Penyuluh (Pertanian, Hukum, Kesehatan, Perindustrian, dll), atau menjadi Relawan Korban Bencana Alam dan bencana lain sejenisnya, atau menjadi Penggerak Ekonomi Kreatif/Pembina Usaha Kecil Menengah (UKM); di tingkat
Kelurahan/Kabupaten/Kotamadya/Propinsi/Nasional/Internasional.


3. Performing Music, Culinary and Visual Arts of the Year
Penghargaan ini diberikan kepada individu yang dalam 12 (dua belas) bulan terakhir telah tampil meraih prestasi gemilang dengan terpilihnya yang bersangkutan memenangkan
perlombaan/kompetisi pertunjukan musik, kuliner dan/atau seni rupa meliputi, a.l. seni keramik, seni lukis, seni suara, seni pahat/ukir, seni batik, kerajinan tangan, seni arsitek, dan sejenisnya, di tingkat Kabupaten/Kotamadya/Propinsi/Nasional/Internasional.

4. Service to the Community of the Year
Penghargaan ini diberikan kepada individu yang dalam 12 (dua belas) bulan terakhir telah
mendedikasikan dirinya sebagai wujud pengabdiannya kepada masyarakat, dengan menjadi Ketua Rukun Tetangga (RT) , Ketua Rukun Warga (RW), Penggerak/Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Penyuluh (Pertanian, Hukum, Kesehatan, Perindustrian, dll), atau menjadi Relawan Korban Bencana Alam dan bencana lain sejenisnya, atau menjadi Penggerak Ekonomi Kreatif/Pembina Usaha Kecil Menengah (UKM); di tingkat Kelurahan/Kabupaten/Kotamadya/Propinsi/Nasional/Internasional.

Bagaimana menjadi peserta :
Setiap individu dari Keluarga Besar HULASKO bebas untuk berpartisipasi dalam Yayasan HULASKO “Achievement Award 2010”. Pendaftaran dilakukan sesuai kategori yang tersedia dan peserta boleh mendaftar lebih dari satu kategori atau merekomendasikan pihak lain.

Cara mendaftar :
Pilihlah kategori yang akan Anda ikuti dan buatlah narasi maksimal 500 (lima ratus) kata atau dalam 2 (dua) lembar kertas ukuran A-4, dengan font “calibri”, spasi 1.5, yang berisi alasan mengapa Anda mendaftar pada Yayasan Hulasko “Achievement Award 2010”. Lalu kirim dokumen Anda ke email: nehria.astriani@energi-mp.com, atau rieka.idroes@energi-mp.co.id dengan menyertakan lembar yang berisi informasi berikut ini:
• Nama Anda
• Nama Perusahaan/Sekolah
• Nama Orang Tua Pendaftar Pendaftar (u/pendaftar siswa)
• Kategori
• Jabatan/Status
• Alamat anda
* No.Telephone/HP
• Email
• Kategori yang diikuti

* Selain melengkapi lembar tsb di atas, setiap pendaftaran harus dilengkapi dengan bukti-bukti
pendukung, berupa a.l. dokumen surat penghargaan dan/atau piagam/sertifikat/ foto/momento
penghargaan, dll.

*Peserta program “Achievement Award thn 2010” ini harus berdasarkan kegiatan yang dilakukan dalam kurun waktu Januari 2010 hingga Desember 2010.

*Jika anda memiliki pertanyaan seputar pendaftaran atau kategori yang akan diikuti, silahkan
kirim email ke alamat tersebut di atas.

*Pendaftaran akan ditutup pada tanggal 28 Februari 2011.

Nominasi: Perlu dicatat bahwa Yayasan HULASKO tidak akan memproses pendaftaran dan nominasi yang tidak disertai dengan data lengkap.

Ketentuan Penilaian :
Penilaian terhadap para peserta dibagi dalam 2 (dua) aspek:
1. Konten/Content (Bobot/Weight: 80%)
* Jelas/Nyata (Clearness): 15%
* Terobosan & Solusi (Breakthrough & Solution): 35%
* Orisinil (Originality): 15%
* Bisa dilaksanakan/digunakan (Applicable): 15%

2. Konteks/Context (Bobot/Weight: 20%)
* Sesuai/ketepatan waktunya (Timely)
* Sikap dan ketrampilan penunjang lainnya (Attitude and other supporting skills)

Penjurian :
Penjurian “Achievement Award” dilakukan oleh Dewan Juri. Setiap formulir yang telah dilengkapi sesuai persyaratan akan diproses untuk dievaluasi oleh Dewan Juri.
Dewan juri akan melakukan rapat penentuan pemenang paling lambat akhir bulan Maret 2011.
Panel dewan juri terdiri dari organ Yayasan HULASKO, yang memiliki pengetahuan, berpengalaman dibidangnya, objektif dan kredibel. Apabila diperlukan Dewan Juri dapat menghadirkan nara sumber di bidang tertentu untuk ikut memberikan penilaian.

Keputusan dewan juri final dan tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun.

Info tentang “Achievement Award”, bisa juga di-klik Blog Yayasan Hulasko pada alamat ini:
http://yayasanhulasko.blogspot.com


Jakarta, 31 Januari 2011
Yayasan Hulasko
Budi Palupi -Ketua Badan Pengurus

Sunday, 10 October 2010

Kondur, Perusahaan Peduli

Ibu/Bapak/Rekan Hulasko yang budiman, salah satu fakta yang membahagiakan di medio tahun 2010 ini adalah penyebutan Kondur, sebagai salah satu Perusahaan Peduli, yang diberikan oleh Dompet Dhuafa Republika (DDR).

Bersama beberapa perusahaan lain, antara lain, Adhi Karya, Carefour, PT Arutmin, ANTV, BP, Bank Mandiri, Bank Syariah Mandiri, BNI, BRI, Bank Muamalat, Exxon Mobil, Indosat, Delta FM, Metro TV, Mc Donald, Koran Kompas, Koran Republika, Koran Tempo, Petro China, Telkom, Telkomsel, Trijaya FM, pada acara “Penghargaan Kepada Individual dan Perusahaan serta Pergantian Logo DDR” yang diselenggaraka bulan Juli 2010 lalu di Taman Ismail Marzuki Jakarta, Kondur Petroleum menerima “Ucapan Terima Kasih” atas uluran Kondur yang telah turut menjejaki tahun-tahun bakti bersama DDR sebagai muzakki (pemberi zakat), pekurban (pemberi hewan kurban), donatur, relawan, pemerhati, dan kalangan peduli (melalui “Knowledge Sharing), dan lain-lain.

Sebagai amaliah kebaikan yang tanpa kata, namun penuh makna ini, semoga direkam oleh sejarah sebagai upaya memuliakan saudara-saudara dhuafa. Aamiin..

Friday, 8 October 2010

Silaturahim Idul Fitri 1431-H dengan Pengajar dan Siswa SMART (Sekolah Menengah Akselerasi) Ekselensia Indonesia


 Idul Fitri Kali Ini Lain

Idul Fitri tahun 1431-H ini memang lain. Apanya yang lain? Banyak!
Salah satunya adalah silaturahim antara Yayasan dan SMART Ekselensia Indonesia (SEI) yang berlanjut. Silaturahim yang diawali pada bulan April 2010 lalu, di mana Yayasan memberikan Knowledge Sharing kepada siswa-siswa SEI telah dilanjutkan dengan silaturahim setelah Idul Fitri tahun 1431-H ini.

Dalam Idul Fitri, kita dituntun untuk saling memaafkan. Memaafkan adalah ajaran yang paling dasar dari Idul Fitri, sebab hanya dengan saling memaafkan seseorang yang telah berpuasa dengan benar akan mendapat pahala dari Allah untuk tahun ini dan tahun-tahun mendatang.

Mewakili SEI, staf pengajar dan siswa yang berjumlah 8 orang berkunjung ke rumah Budi Palupi yang mewakili Yayasan di hari ke-9 setelah Idul Fitri. Kunjungan silaturahim maaf-memaafkan ini meninggalkan kesan tersendiri dan kebanggaan karena berbagai prestasi yang telah dicapai oleh siswa-siswa SEI. Salah satu prestasi yang baru dicapai adalah memboyong Emas Olimpiade Sains Nasional (OSN) ke-IX tahun 2010 untuk bidang Biologi. Pemboyongnya adalah Ahmad Darmansyah, nampak dalam foto berkemeja batik, siswa kelas 3 SEI. Ahmad yang rendah hati, tidak suka menonjolkan diri memang hanya tersenyum saja, ketika Budi Palupi memberikan selamat dan mengajaknya bercakap dan menanyakan, “Siapa motivator kamu, Ahmad?”. “Biyung, begitu Ahmad memanggil ibunya, adalah motivator terbesarnya, jawab Ahmad”. Ahmad lahir dari pasangan buruh tani di salah satu desa Kabupaten Kebumen.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431-H. Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya karim. Semoga Allah membalas semua kebaikan yang telah kita perbuat. Aamiin...

Monday, 14 June 2010

The EMP 2010 Youth Camp, Pine Forest, Cibodas, Jawa Barat

Untuk melihat foto-foto kegiatan di SEI silakan klik disini

“Knowledge Sharing” Yayasan HULASKO

“The EMP 2010 Youth Camp”

Pine Forest, Cibodas, Jawa Barat

Kali ini Yayasan HULASKO melakukan “Knowledge Sharing”nya dengan format yang berbeda, suatu out-door program “The EMP 2010 Youth Camp”, camping bersama generasi muda EMP.

Satu setengah bulan sebelum jadwal acara, untuk membuat persiapan sebaik mungkin Yayasan melakukan kordinasi dengan Panitia, namun seminggu sebelum hari H, semua pihak yang terlibat acara ini melontarkan ucapan kekagetannya dan sekaligus mengucap syukur “Alhamdulillah kita semua selamat dari bencana!

Allah SWT Maha Pelindung! Bencana tidak terjadi pada tanggal acara yang direncanakan, namun terjadi seminggu sebelum tanggal penyelenggaraan “The EMP 2010 Youth Camp” di “Capolaga Camping Ground” Subang.

Bencana berupa tanah longsor dan banjir air bah itu terjadi di Capolaga Camping Ground, yang awalnya direncanakan sebagai lokasi acara camping. Lokasi camping yang semula hijau, indah sejauh mata memandang, lengkap dengan air terjun dan sungai kecil yang airnya jernih, telah berubah menjadi area yang kotor, berantakan dan porak poranda akibat bencana tersebut.

Namun berkat kesigapan Panitia, seluruh rangkaian acara, termasuk acara EMP untuk melakukan penanaman pohon tetap dapat dilaksanakan sesuai jadwalnya, yakni dari tanggal 28 Mei 2010 s/d tanggal 30 Mei 2010, di lokasi yang berbeda, di Pine Forest Bandung. Pine Forest Bandung tidak kalah indahnya dengan Capolaga Subang. Yayasan HULASKO yang diberikan kesempatan tampil dalam 2 (dua) sesi di hari Jum’at malam tgl 28 Mei 2010 dan hari Sabtu malam tgl 29 Mei 2010, menampilkan lagi pak Siswanto. (Sampun bosen nggih pak Sis, hayo siapa lagi daftar jadi facilitator?)

Inilah ringkasan knowledge sharingnya.


EAGLES & Target Perusahaan.

Pada hari Jum’at malam, tgl 28 Mei 2010, yang merupakan sesi pertama Yayasan Hulasko tampil, pak Siswanto membawakan judul “Young Eagles Rising To Their Future”. Di sesi ini pak Siswanto mengingatkan kepada generasi muda EMP, peserta camping, untuk senantiasa meningkatkan kompetensinya, karena kompetensi dijadikan sebagai basis untuk melakukan berbagai sistem pengembangan SDM.

Awalnya competency dengan EAGLES sebagai core competencynya, hanya diterapkan di Kondur Petroleum (EMP Malacca). Dan seiring dengan berjalannya waktu dan kebutuhan untuk pengembangan SDM, competency ini juga diaplikasikan kepada seluruh pekerja EMP. EAGLES, yang merupakan suatu akronim dan core competency, oleh karena itu perlu diperkenalkan kepada dan dipahami oleh seluruh peserta camping, yang merupakan generasi muda bukan saja dari EMP Malacca, tetapi juga generasi muda dari Bisnis Unit-Bisnis Unit lain dalam grup EMP.


Merupakan kepanjangan dari: Ethusiasm – Achievement Motivation – Going Forward – Leadership – Endless Learning – Safe Operations, core competency EAGLES harus terpatri dengan baik di setiap pekerja EMP. Bayangkan wujud mahluk ciptaan Allah, yang dinamai Eagles ini. Eagle is a symbol of strength, speed, height, greatness, freedom, power, beauty and independence. Untuk mencapai target perusahaan, yang antara lain, “15 – 20% production growth in 2010”; “EMP as a leading oil & gas company in South East Asia in 2016”, EMP membutuhkan high calibre professionals, membutuhkan eagles yang mampu terbang tinggi, jauh melihat tantangan dan kesempatan di depan.


Untuk mencapai target yang pas, orang sering bilang “tumbu oleh tutup”. Tumbu pas dengan tutupnya – tutup pas dengan tumbunya. Organizational and individual requirements harus diketemukan. Untuk mencapai target perusahaan, perusahaan meminta eagles untuk melakukan personal behavioural changes, eagles menjadi individu yang mendemonstrasikan perilaku positif. Karena individu yang termotivasi mempunyai kekuatan, harapan, masa depan dan kesuksesan.


Menyemangati peserta, pak Siswanto mengajak young eagles menyanyi bersama “You Can Get It If You Really Want”. Itu lho lagu barat (bukan kebalikannya timur) yang dipopulerkan oleh Jimmy Cliff.

Dari sisi eagles untuk mampu terbang tinggi, eagles juga menyuarakan aspirasinya kepada perusahaan, “hear us, focus us, know us, care about us, help us grow, challenge us, help us proud, help us see our importance, help us see our value to EMP”.

Piyik – Burung Dewasa – Pilihan: Angkrem atau Terbang?

Di sesi kedua, pada hari Sabtu malam, tgl 29 Mei 2010, pak Siswanto menantang eagles dengan materinya yang berjudul “Young Eagles, How High Will You Fly?” Kepada young eagles, pak Siswanto mengingatkan lagi proses menjadi seorang manusia dari kelahiran – hingga kematian. Demikian pula eagles yang berawal dari seekor piyik (anak burung/eagles), kemudian tumbuh menjadi burung/eagles dewasa. Karena Life is a choice, sebagai eagles dewasa tentu mempunyai pilihan. Pilihannya adalah menjadi eagles yang angkrem (mendekam) atau eagles yang terbang? Untuk mencapai target, pilihannya tentu sebagai eagles yang termotivasi, eagles yang terbang dan sampai setinggi mana terbangnya? Oleh karena itu, para eagles diingatkan pentingnya melakukan tindakan-tindakan nyata yang diakronimkan dalam GRITS (Goals, Relating, Impacting, Thinking and Striving).

Ringkasan dari kedua sesi sharing pak Sis adalah membangkitkan motivasi pekerja dari kondisi “CAN’T” menjadi “CAN” dan “WILL”. EMP memerlukan individual-individual yang mampu dan mau contribute to maximize stake holders values.

Mengakhiri sesinya, pak Siswanto menguji nyali young eagles untuk melakukan “Fire Walk”, berjalan tanpa alas kaki di atas bara api arang pohon rambutan. Suatu permainan yang mengajari peserta untuk selalu memiliki “positive thinking”, memiliki semangat bisa, melalui proses dipaksa, terus menjadi terbiasa dan lama kelamaan menjadi budaya. Alhamdulillah para eagles sukses melewati bara api, tanpa ada yang cedera. Dengan bernyanyi bersama “If We Hold On Together” yang aslinya dinyanyikan oleh Diana Ross, pak Siswanto memberikan salam penutup “Good Night EMP Eagles – Get Ready to Fly High with EMP from Now and Onwards”.

Bravo Yayasan HULASKO!

Alhamdulillah atas kerja keras semua pihak yang terlibat, acara ini berlangsung dengan lancar, menggembirakan dan mudah2an penuh keberkahan.

Dengan izin Allah, Yayasan HULASKO tetap berharap bisa melanjutkan partisipasinya dalam mengembangkan SDM Indonesia menuju Indonesia ke depan yang lebih baik.

HULASKO pasti bisa !

BPS/es

--ooooo00000ooooo--




Wednesday, 19 May 2010

Bantuan Biaya Pendidikan

BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN

Deadline 30 April 2010
Yayasan Hulasko menyediakan program “Bantuan Biaya Pendidikan” (BBP) untuk Tahun 2010 – 2011 kepada 8 (delapan) putera/puteri warga Hulasko yang tidak mampu secara ekonomi, namun memiliki prestasi akademik yang cemerlang dan budi pekerti/kepribadian yang baik.

SYARAT-SYARAT PEMBERIAN BBP
Pendaftar harus memenuhi SELURUH persyaratan berikut ini:
1. Persyaratan Dasar
• Putera/Puteri warga Hulasko yang tidak mampu secara ekonomi, karena orang tuanya
tertimpa musibah berat, atau status yatim/yatim-piatu karena sudah tidak mempunyai
orang tua dan/atau wali yang membiayai pendidikan.
• Warga Negara Indonesia.
• Sedang/akan menuntut ilmu di Indonesia di Sekolah Dasar (SD), Sekolah Lanjutan
Tingkat Pertama (SLTP), Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), Perguruan Tinggi (PT),
dengan kriteria sbb:
SD/SLTP: Seleksi khusus
SLTA: Nilai Rapor, minimal 7
PT: IPK minimal 2.5 (skala 4.0)
• Sehat jasmani dan rohani serta berbudi pekerti dan berkepribadian baik.
• Tidak terlibat narkoba, perbuatan melanggar hukum, tindakan kriminal dan/atau
tindakan asusila.
• Penerima BBP harus bersedia untuk mematuhi peraturan-peraturan yang diberlakukan
oleh Yayasan dan yang diberlakukan oleh institusi studi masing-masing.

2. Persyaratan Lebih Lanjut
• Yayasan akan melakukan seleksi kepada para pendaftar. Apabila diperlukan, pendaftar
harus bersedia untuk menjalani proses wawancara yang diselenggarakan oleh Yayasan.
• Pendaftar harus memiliki kesadaran terhadap pentingnya pencapaian pendidikan yang
berkualitas untuk mewujudkan keluarga besar Hulasko sebagai bagian dari masyarakat
Indonesia yang sehat jasmani & rohani, yang berbudi luhur, cerdas, dan mempunyai
mental yang tangguh.

3. Kondisi Pemberian BBP
Kepada pendaftar yang terpilih, Yayasan akan memberikan BBP kepada masing-masing
tingkat pendidikan sbb:
Tingkat SD: 3 (tiga) siswa, msg2 sbsr Rp 1.500.000.- (Satu juta lima ratus ribu rp)/thn
Tingkat SLTP: 2 (dua) siswa, msg2 sbsr Rp 3.000.000.- (Tiga juta rp.)/thn
Tingkat SLTA: 2 (dua) siswa, msg2 sbsr Rp 5.400.000.-(Lima juta empat ratus rb rp)/thn
Tingkat PT: 1 (satu) mahasiswa sbsr Rp 9.000.000.- (Sembilan juta rp)/thn

4. Pembayaran BBP
BBP akan dibayarkan langsung setiap 6 (enam) bulan ke rekening pendaftar yang terpilih
sebagai penerima BBP, setelah Surat Perjanjian “Pemberian Bantuan Biaya Pendidikan”
antara Yayasan dan Penerima BBP, ditandatangani oleh Yayasan dan Penerima BBP (Kedua
belah pihak).

5. Masa Pemberian BBP
BBP akan diberikan untuk jangka waktu 1 (satu) tahun, terhitung sejak tanggal
ditandatanganinya Surat Perjanjian “Pemberian Bantuan Biaya Pendidikan” oleh Kedua
belah pihak.

(Keberlanjutan pemberian BBP tergantung pada kemampuan penerima BBP untuk mencapai prestasi akademik dan kemajuan non-akademik yang memuaskan.)

6. Sanksi
Yayasan akan mengenakan sanksi untuk setiap pelanggaran terhadap syarat-syarat
pemberian BBP, termasuk namun tidak terbatas pada pencapaian prestasi akademik.
Sanksi dapat berbentuk penghentian sementara pemberian BBP, diperpendeknya masa
pemberian BBP atau pengakhiran BBP.

7. Pengakhiran BBP
BPP akan segera diakhiri, apabila:
• Penerima BBP tidak dapat memenuhi kewajibannya atau gagal mencapai prestasi
akademik yang dipersyaratkan.
• Penerima BBP terpaksa mengundurkan diri atau tidak dapat melanjutkan pendidikannya
karena penyakit yang diderita, atau karena alasan lain.
• Penerima BBP terbukti memalsukan informasi yang dimuat di formulir pendaftaran atau
dalam dokumen yang dilampirkan.
• Penerima BBP telah dikeluarkan dari program studinya, apapun alasannya.
• Penerima BBP terlibat dalam kegiatan ilegal, misalnya penyalahgunaan dan pengedaran
obat-obat terlarang atau bentuk kegiatan kriminal lainnya.

8. Administrasi
• Pendaftar mengajukan permohonan Program Bantuan Biaya Pendidikan kepada
Yayasan, dengan mengisi formulir aplikasi Program BBP terlampir.
• Formulir aplikasi dilengkapi dengan:
* fotocopy kartu hasil studi atau rapor, minimal 2 (dua) semester terakkhir
* fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Pelajar
* fotocopy kegiatan organisasi atau Surat Keterangan aktif berorganisasi (bila ada)
1x foto berwarna, ukuran 4 x 6

Jakarta, 22 Maret 2010
YAYASAN HULASKO
(ditanda tangani oleh Ibu Budi Palupi)
Ketua Badan Pengurus





Siswa2 yang terpilih dan akan menerima Bantuan Biaya Pendidikan :

Untuk Tingkat Sekolah Dasar :

1. Tamara Aprianti – Kls 1 SD “MI Jamiatul Huda”, Jakarta Selatan, putri dari Sdr. Ahmad (Operator Photo Copy)
2. Faras Setio Ahmad Muhazir – Kls 1SD, “Bintaro 01 Pagi”, Jakarta Selatan, putra dari Sdr. Supandi (Operator Photo Copy)
3. Meisia Kusuma – Kls 4 SD “Parung Bingung 1”, Depok, putri dari Bpk. Frank Reinhart (Eks. Divisi Services)

Untuk Tingkat Sekolah Menengah Pertama

1. Mila Dini Wijaya – Kls 1 SMP, “SMP Islam YKS”, Sawangan , Depok, putri dari Bpk. Frank Reinhart (Eks. Divisi Services)

Untuk Tingkat Sekolah Menengah Atas :

1. Sarantika Febriyanti – Kls 1, SMAKN 20, Jakarta Selatan, putri dari Sdr. Rasyid (Office Boy)

Untuk Tingkat Perguruan Tinggi :

1. Ganjar Swanara Putra – Semester 2, Universitas Komputer Indonesia, Bandung, putra dari Alm. Bpk, Heppy Swanara (Eks Field Ops.)


Catatan :

Saat ini beberapa pelamar sedang menunggu pengumuman penerimaan mahasiswa baru. Oleh karena itu Tim Seleksi mempertimbangkan untuk kemungkinan menambah 1 (satu) penerima lagi untuk tingkat Perguruan Tinggi, apabila lamaran2 tersebut lolos seleksi.

“Selamat untuk para penerima beasiswa, agar ditingkatkan kemampuan dalam menuntut ilmu, sehingga tahun mendatang akan dapat ikut kembali berpartisipasi dalam program bantuan pendidikan ini”