Monday, 13 February 2017

Booklet Yayasan HULASKO - Laporan Tahun 2016

Sahabat-Sahabat HULASKO,
 
 
Semoga kabar baik ya.
Terus bersyukur bahwa kita masih bisa bertemu via milis HULASKO di tahun Baru 1438-H/2017-M ini.
 
Seperti setiap tunas yang tumbuh berlomba menampung berkah dari tetes air hujan.
In Syaa Allah, kitapun berlomba melakukan kebaikan untuk mendapatkan keberkahan.  
Walau setahun sekali, dalam suasana hujan di Februari ini, saya kirimkan pantun ini:
 
Derasnya hujan yang turun setiap hari
Membuat rasa dingin hingga ke relung pori-pori
Tak perlu mencari yang tak pasti
Yang pasti,  trimalah Booklet 2016 HULASKO ini,  sbagai tombo kangen di pagi ini
 
Terima kasih atas persahabatan HULASKO!
 
 
 
 
Salam HULASKO!
 

Thursday, 19 January 2017

Berita Duka Bpk. H. Gatot Herbiantoro

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Innalillahi Wainnaillaihi Raaji'un

Kalam Illahi : "Maha suci Tuhan yang memegang kekuasaan dan segala galanya dan kamu akan dikembalikan padaNya" (Yassin 36 : 83)

Berita duka 
Telah meninggal dunia Bpk. H. Gatot Herbiantoro pada hari Sabtu, tanggal 14 Januari 2017, jam 11.00 pagi di Jombang, Jawa Timur.

Semoga almarhum diampuni segala kehilafannya dan mendapat tempat terbaik di sisi Nya.

Semoga Keluarga yang ditinggalkannya diberikan ketabahan, kekuatan dan ke-ikhlasan.

Amiiin Ya Robbal Alamin......

Wassalamu'alaikum Wr. Wb. 
OBO yayasan HULASKO

Berita duka cita Bpk Ari Sutopo

Berita duka 
Telah berpulang ke pangkuan Tuhan, Ari Sutopo, pada hari Senin, tanggal 26 Desember 2016, pada pk. 20.05.

Mendiang disemayamkan di rumah duka RS Elisabeth Bekasi Jl. Raya Narogong. Dan dikebumikan pada tanggal 28 Desember 2016, di pemakaman Menteng Pulo Casablanca.

Salam,
OBO yayasan HULASKO

Sunday, 27 November 2016

Berita Duka Bpk Didy Aviady

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Innalillahi Wainnaillaihi Raaji'un

Kalam Illahi : "Wahai manusia yang berjiwa tenang, kembalilah ke Tuhanmu dengan senang dan disenangi, masuklah dalam kelompok para hambaKu, dan masuklah ke surgaKu" (Al Fajr 89 : 27-30)

Berita duka 
Telah meninggal dunia Bpk. Didy Aviadi pada hari Rabu, tanggal 16 November 2016, jam 05.20 pagi di RS Fatmawati. Jakarta Selatan.

Semoga almarhum diampuni segala dosa dan kesalahan nya dan mendapat tempat terbaik di sisi Nya.

Semoga Keluarga yang ditinggalkannya diberikan ketabahan, kekuatan dan ke-ikhlasan.
Amiiin Ya Robbal Alamin......

Wassalamu'alaikum Wr. Wb. 
OBO yayasan HULASKO

Berita Duka Bpk. Muslim Muis

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Innalillahi Wainnaillaihi Raaji'un

Kalam Illahi : "Dialah yang menghidup dan mematikan. Dan kepadaNya kamu dikembalikan" (Yunus 10 : 56)

Berita duka 
Telah berpulang ke Rahmatullah, Bpk. Muslim Muis, pada hari Jum'at, tanggal 28 Oktober 2016 di RS Fatmawati, Jakarta Selatan.

Semoga almarhum  diampuni segala dosanya, dan diterima segala amal kebaikannya.

Semoga Keluarga yang ditinggalkannya diberikan ketabahan, kekuatan dan ke-ikhlasan.
Amiiin Ya Robbal Alamin......

Wassalamu'alaikum Wr. Wb. 
OBO yayasan HULASKO

Friday, 16 September 2016

Berita Duka Megawatman

Innalillahi Wainnaillaihi Raaji'un...


Kalam Illahi : "Sesungguhnya kepada Tuhan-lah tempat kembalimu" (Al'Alaq 96:8)

Berita Duka :
Telah meninggal dunia  Sdr. Megawatman (EMP Malacca Strait-ISD Dept.) 
Hari Sabtu, 15 September 2016 jam 08:00 Wib.  dimakamkan ba'da sholat dhuhur di TPU Jeruk Purut. Semoga alm. diberikan tempat yg terindah disisiNya dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan. Aamiin yaa Rabbil'alamin


Alamat rumah duka :
Jl. Tampak Siring Raya D6/7 Graha Cinere, Limo Depok.


Wass,

OBO Yayasan HuLasKo

Sunday, 31 July 2016

Kegiatan Ladies Hulasko

Sebelum menceritakan kegiatan-kegiatan ladies HuLasKo, saya ingin bercerita sedikit mengenai saya yang sudah bekerja di HuLasKo sejak tahun 1986 hingga tahun 2009. Hubungan saya dengan ladies HuLasKo sangat kompak dan sudah berlangsung sekitar 30 tahun. Alhamdulillah, dahulu kami juga mempunyai wadah Ladies Program dan ini salah satu sebab mengapa kita bisa sangat kompak hingga saat ini.
Kami juga mempunyai WhatsApp's group dengan nama "De Queens" (anggotanya adalah beberapa ibu-ibu HuLasKo yang sebagian besar sudah pensiun), dan WhatsApp's group Tadarusan yang semua anggotanya beragama Islam.

Dalam tahun 2016 group Tadarusan sudah mengadakan acara khataman  sebanyak 3 kali. Khataman pertama,  pada tanggal 9 Februari 2016, diadakan di apartment Srie Sumiyatie - eks HuLasKo, yaitu di Signature Apartment, jl M.T.  Haryono 







Khataman kedua, diadakan di Yogyakarta dari tanggal 26 April 2016 sampai dengan tanggal 1 Mei 2016, dengan menggunakan Kereta Api sebagai jasa transportasinya dari Jakarta ke Yogyakarta dan begitu juga sebaliknya.  Salah satu eks pekerja HuLas, Nita Yahya, menyiapkan penginapan di Yogyakarta selama lima malam, enam hari.  Alhamdulillah, kami juga dibantu oleh pak Suharyanto (eks pekerja lapangan Kurau), yang mengantar kami untuk wisata kuliner di sekitar Yogya dan Solo. Saat di Solo kami sempat  bertemu salah satu pekerja HuLasKo yang sekarang tinggal di Solo, Kesumawati. 















Khataman ketiga diadakan di Bogor pada tanggal 31 Mei 2016, dirumah salah satu eks pekerja HuLas yaitu Tjoet Sonia. Kami menggunakan Commuter Line (KA-CL) menuju Bogor dan begitu juga sebaliknya. Di Bogor, kami menginap satu malam, begitu kompaknya kami juga mengajak Florida (non Muslim) untuk ikut khataman dan piknik ke Bogor, selama khataman Florida yang mengambil foto-foto kita. (Foto ke 3-4)








Ada beberapa teman-teman yang tinggal di Amerika Serikat, Kanada, Brussel, Amsterdam, dan Malaysia.  Ketika ada yang mengunjungi Indonesia, kami sempatkan untuk bertemu. Biasanya, mereka meminta saya untuk mengatur acara pertemuan-pertemuan ini.
Susi Rondonuwu ex HuLas  yang saat ini tinggal di Las Vegas juga pernah membuat acara ultah bersama yang diadakan di Katulampa tempat pemancingan usaha pak Djainuddin, tepat saat Indonesia merayakan hari jadinya di tahun 2013



Harini-eks. HuLas yang juga tinggal di Amerika sekitar California, berkunjung ke Indonesia, Harini meminta saya dan adiknya Anti yang juga pernah bekerja di HuLasKo untuk mengatur pertemuan yang kami adakan di resto Ta Wan pada tanggal 26 Mei 2015, di Mall Gandaria City, teman teman juga saya minta untuk membawa sesuatu hadiah khas Indonesia untuk Harini, pertemuan sangat meriah, tidak lupa kami foto2 (Foto ke 5 - 2).





Di tahun 2016, Uke (eks  HuLasKo) yang saat ini tinggal di Dallas, USA, berkunjung ke Indonesia. Sebagian besar ladies di undang oleh mbak Lupi pada tanggal 12 April 2016 untuk ketemuan dgn Uke, acara tersebut diadakan di rumah putrinya mbak Lupi, di daerah Patra Kuningan, Jakarta Pusat.  Acara berlangsung meriah, Nining yang saat ini tinggal di Brussel, Eropa juga datang bersama suaminya, kebetulan Nining sedang berkunjung ke Indonesia, saya titip pesan ke teman-teman untuk membawa buah tangan khas Indonesia untuk Uke agar acara lebih meriah. 





Kemudian pada tanggal 21 April 2016, Uke mengundang kembali sebagian dari Ladies HuLasKo untuk sekalian merayakan hari Kartini di Resto Sarang Oci (masakan Manado) di jl. Bulungan. Saya titip pesan ke teman-teman untuk memakai kain batik modern sehingga acara akan lebih meriah. Hingga saat itu, kami belum pernah kita membuat acara Kartinian setelah kami pensiun. 





Rencana acara ladies selanjutnya adalah berkujung ke teman-teman senior kita.  Rencana tersebut terealisir dengan berkunjung ke mbak Rini, pada tanggak 18 Juli 2016 , kita disuguhin siomay, macaroni panggang dan es kelapa. (Foto ke 8- 1).


Kemudian diteruskan berkunjung kerumah mbak Lupi, mbak Lupi sudah menyiapkan berbagai makanan seperti lemper, kolang kaling, wedang jahe,  tart, kue-kue lebaran, bakso, dan es kelapa. (Foto ke 9 - 1).

Kunjungan ke tiga kerumah mbak Eni Yunus, ternyata dirumah mbak Eni sudah ada Itan (eks HuLas - yang saat ini tinggal di sekitar California)dan mbak Idos. (Foto ke 10-1).

Demikian sekilas info kegiatan ladies HuLasKo yang Alhamdulillah masih tetap berjalan dengan baik sampai dengan saat ini. Ada kutipan yg mengatakan bahwa :
"Persahabatan itu ibarat sekotak crayon, masing2 mempunyai warna yang berbeda, tapi coba padukan mereka akan membuat sebuah pelangi yang Indah"

Semoga pertemanan kita akan tetap berjalan dengan baik dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, aamiin yaa Rabbil'alamin......

Thursday, 10 March 2016

Berita Duka Sdr. Djamintas D. Sibatuara

Berita Duka, "Rest in Peace"

Telah meninggal dunia  Sdr. Djamintas D. Sibatuara, dgn posisi terakhir di EMP Malacca Strait sebagai Material Issuing Assistant di field SCM, pensiun di tahun 2010, pada hari Rabu, 9 Maret 2016, dalam usia 
62 tahun

Mendiang akan dimakamkan, pada hari Jum'at, tgl 11 Maret 2016 di Pemakaman Umum Citeureup, Bogor.
Mudah2an mendiang dimaafkan segala dosa dan kesalahannya, keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan, Aamiin......

Salam,
 
 OBO yayasan HULASKO

Wednesday, 9 March 2016

Berita Duka Sdr. Nabil A. Hilabi

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Innalillahi Wainnaillaihi Raaji'un...
Kalam Illahi : "Sesungguhnya kepada Tuhan-lah tempat kembalimu" (Al 'Alaq 96 : 8)

Berita Duka :
Telah meninggal dunia  Sdr. Nabil A. Hilabi (Div. IT EMP Malacca Strait), hari Rabu, 9 Maret 2016 +/- jam 16:20 Wib, dan akan dimakamkan di Pemakaman Malaka, Jakarta Timur, hari Kamis, tgl 10 Maret 2016.   Semoga alm. Nabil A. Hilabi diberikan tempat terindah disisiNya, dimaafkan segala dosa dan kesalahannya dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan. Aamiin yaa Rabbil'alamin
Alamat rumah duka :
Jl. Lembah Pinang 3, block I 10/12, RT 007/RW 09, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta - Timur


Wass.
OBO Yayasan HULASKO

Monday, 7 March 2016

Booklet Laporan Yayasan HULASKO Tahun 2015

Sahabat-Sahabat HULASKO,
 
Apa kabar?
Semoga semuanya sehat dan baik.

Sejak adanya WAG HULASKO, milis ini jadi sepi.
Untuk sekedar mengobati rasa sepi, bersama ini saya kirimkan (terlampir) Booklet Laporan Yayasan HULASKO thn 2015, dalam bentuk pdf. Melalui booklet ini, dengan keterbatasan-keterbatasan yang ada,  HULASKOer tetap bisa mengikuti kegiatan-kegiatan Yayasan HULASKO selama tahun 2015.

Selamat membaca isi booklet Laporan Tahun 2015!
Saya bersyukur kepada Allah SWT kita memiliki persahabatan melalui HULASKO, seperti harapan dalam pantun ini:

    Awan putih di langit biru
    Burung camar terbang menari-nari
    Melalui booklet ini kita bertemu
    Semoga persahabatan kita tetap lestari

Seraya melantunkan do’a terbaik, semoga Allah SWT senantiasa melingkupi kita semua dengan cahaya-Nya. Aamiin.
 
 
Salam HULASKO!
 
 

Friday, 4 December 2015

Berita Duka Ayub Sofyan


Innalillahi Wainnaillaihi Raaji'un...

Kalam Illahi : "Sesungguhnya kepada Tuhan-lah tempat kembalimu" (Al'Alaq 96:8)
Berita Duka :

Telah meninggal dunia Sdr. Ayub Sofyan (EMP Malacca Strait-Field Ops.-Maintenance Elect. Supv.)
Hari Sabtu, 5 Desember 2015 jam 08:00 Wib. akan dimakamkan ba'da dhuhur hari ini. Semoga alm. Ayub Sofyan diberikan tempat yg terindah disisiNya dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan. Aamiin yaa Rabbil'alamin


Mari kita do'akan, semoga almarhum mendapatkan limpahan ampunan dari ALLAH SWT dan mendapatkan kelapangan terbaik menuju sisi-NYA dan berpulang dalam husnul khotimah. Dan semoga Keluarga Besar almarhum dikaruniai kesabaran dan keikhlasan dalam menerima ketetapan Allah ini.

Sakit

Sahabat-sahabat HULASKO, Hidup ini tidak lepas dari cobaan dan ujian. Bahkan cobaan dan ujian merupakan sunnatullah yang telah ditetapkan berdasarkan rahmat dan hikmah-Nya. Manusia akan diuji dalam segala sesuatu, dalam hal-hal yang disenanginya maupun dalam hal-hal yang tidak disenanginya. Allah berfirman "Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan [yang sebenar-benarnya]. Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan". [QS Al-Anbiyaa 21:35]. Pada hari Rabu, tgl 2-12-2015, Yayasan Hulasko mengunjungi Hulaskoers yang sakit. [Nabil Abduh Hilabi di kediamannya Pondok Kelapa, Jakarta Timur dan Ayub Sofyan di ICCU RSPI Jakarta Selatan]. Di kunjungan kami tsb. bisa jadi hati pak Nabil gembira dengan kedatangan teman2 Hulasko. Tampak bersemangat dan runtut sekali, pak Nabil menceriterakan tahapan sakitnya. Gejala awal pada thn 2003 yang diabaikan hingga mencapai kondisi parah seperti sekarang ini. Selama 8 bulan terakhir ini, pak Nabil menjalani berbagai perawatan dan tindakan medis. Dari Pondok Kelapa, kami kemudian meluncur ke RSPI. Secara bergiliran kami masuk ke ruang ICCU, di mana pak Ayub Sofyan terbaring dengan mata terpejam. Kami menatap pak Ayub sembari menundukkan kepala, berdo'a kepada Yang Maha Kuasa. Dalam keheningan kamar ICCU dengan berbagai mesin/alat penunjang medik yang dihubungkan ke tubuh pak Ayub, se-kali2 tampak air mata pak Ayub mengalir pelan ke pipinya. Ibu Ayub [dalam foto, blouse putih] menceriterakan kondisi pak Ayub yang awalnya menjalani rawat inap selama sebulan di RS MMC dan sudah seminggu ini dilanjutkan di ICCU RSPI. Sahabat-sahabat HULASKO, Untuk saudara-saudara yang sedang sakit, sesungguhnya Allah tidak menetapkan sesuatu, melainkan di dalamnya terkandung kebaikan dan rahmat bagi hamba-Nya. Sungguh, di dalamnya terkandung hikmah yang amat besar yang tidak mungkin bisa dinalar oleh akal manusia a.l.: 1. Sabar sebagai konsekwensi menghadapi kesusahan dan kesulitan. 2. Menghapuskan dosa dan kesalahan. 3. Ditulis/Dicatat berbagai kebaikan dan derajat ditinggikan. 4. Jalan mendaki menuju surga. 5. Membawa keselamatan dari api neraka. 6. Mengingatkan dan mengembalikan hamba yang tadinya jauh dan lalai dari Allah. 7. Mengingatkan nikmat dan karunia Allah yang dilimpahkan kepada hamba agar hamba bersyukur. 8. Menyucikan dari berbagai macam penyakit hati. Keadaan sehat bisa mengundang seseorang untuk bersikap sombong, bangga dan takjub pada diri sendiri, sebab dalam keadaan seperti itu, seseorang bebas berbuat dan beraktivitas apa saja. Namun jika penyakit sudah menguasainya dan penderitaan merundung dirinya, maka jiwanya bisa menjadi lunak, hatinya menjadi lembut dan akhirnya tunduk dan pasrah kepada Allah. Bisa dikatakan, sakit itu dzikrullah; sakit itu muhasabah; sakit itu jihad; sakit itu ilmu; sakit itu silaturahim; sakit itu memperbaiki akhlak; dan sakit itu ingat mati. Pada dasarnya, musibah atau mudharat apapun yang menimpa, seperti penyakit, kesulitan, dsb, seseorang harus memiliki optimisme, kekuatan hati, sabar dengan tetap melaksanakan perintah2 dan menjauhkan larangan2-Nya. Kami mohon bantuan do'anya dari segenap Hulaskoer. Semoga Allah memudahkan urusan dan meringankan cobaan yang menimpa teman2 kita. Aamiin.. Salam HULASKO, Budi Palupi

Berita Duka Agus Sulistyo


Inna lil Laahi wa inna ilaihi roo ji 'uun.

Telah meninggal dunia Sdr. M. Agus Sulistyo (eks EMP Malacca Strait-Field Ops.-Production Supt.) Hari Senin, 22 November 2015 jam 22:50 Wib, dan akan dimakamkan di Petilasan Potrobangsan Magelang ba'da dzuhur hari Selasa, tgl 23 November 2015.  

Mari kita do'akan, semoga almarhum mendapatkan limpahan ampunan dari ALLAH SWT dan mendapatkan kelapangan terbaik menuju sisi-NYA dan berpulang dalam husnul khotimah. Dan semoga Keluarga Besar almarhum dikaruniai kesabaran dan keikhlasan dalam menerima ketetapan Allah ini.

Tuesday, 27 October 2015

UCAPAN TERIMA KASIH ATAS GERAKAN PENGGALANGAN DANA

Sahabat-Sahabat Hulasko, “Alhamdulillah", Yayasan Hulasko menerima respon yang baik atas Gerakan Penggalangan Donasi Untuk Korban Bencana Asap. Melalui Gerakan Penggalangan donasi yang dibuka dalam waktu 2 [dua] minggu, mulai hari Kamis tgl 8 Oktober s/d hari Jum'at tgl 23 Oktober 2015, Yayasan Hulasko telah menerima donasi sebesar Rp 17,500 000.- [Tujuh belas juta lima ratus ribu Rupiah] plus donasi susulan sebesar Rp 3,500,000.- [Tiga juta lima ratus ribu Rupiah]. Dengan demikian, total donasi adalah sebesar Rp 21,000,000.- [Dua puluh satu juta Rupiah]. Atas nama Yayasan Hulasko, tiada kata lain, yang patut kami sampaikan kepada sahabat-sahabat Hulasko, kecuali ucapan TERIMA KASIH atas perhatian, bantuan donasi berupa pemikiran, uluran tangan, uang maupun do'a. Sesuai tujuan gerakan ini, donasi ini diperuntukkan bagi para korban bencana asap, masyarakat yang terdampak berat di wilayah operasi EMP dan sekitarnya. Yayasan Hulasko menitipkan donasi ini ke Tim CSR EMP yang sudah terlatih dan mengetahui area-area yang terkena bencana asap. In Syaa Allah, hasil donasi diberikan dalam bentuk yang tepat, sesuai yang saat ini dibutuhkan oleh para korban. Sekali lagi kami ucapkan TERIMA KASIH atas kepedulian dan kedermawanan sahabat-sahabat, tidak saja yang di Indonesia, bahkan yang di mancanegara-pun turut serta dalam kebersamaan ini. Mantap!! Dengan memiliki kepedulian tinggi, kita semua ingin bersama-sama membuat Hidup Lebih Bernilai, dengan saling menghargai, membantu, mendukung dan memberi. Aamiin. Salam Hulasko, Budi Palupi


Saturday, 10 October 2015

Foto Halal Bihalal

Foto Halal Bihalal Agustus Di Senayan Golf Range

https://picasaweb.google.com/110488201138030079290/HalalBihalal2015

Gerakan Penggalangan Donasi Untuk Korban Bencana Asap di Sumatera, Khususnya di Prop. Riau

Sahabat-Sahabat HULASKO, Sebagaimana kita ketahui kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Tanah Air akibat kebakaran hutan sudah berlangsung lebih dari dua bulan. Dan ternyata berkepanjangan hingga sekarang. Selain mengganggu aktivitas masyarakat, kabut asap ini membahayakan kesehatan warga karena jumlah warga yang terkena ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas) semakin hari semakin meningkat. Bahkan sudah terdapat korban yang berjatuhan. Oleh karena itu Yayasan HULASKO tergerak untuk mengajak HULASKOers peduli pada korban bencana asap melalui Gerakan Penggalangan Donasi Untuk Masker Sesuai Standar Kesehatan, dengan tambahan keterangan sbb: Hasil penggalangan donasi akan diberikan kepada masyarakat yang terdampak di Propinsi Riau, melalui EMP yang mempunyai pekerja-pekerja yang mengetahui betul tentang peta lokasi masyarakat yang terkena bencana ini. Penggalangan Donasi dibuka selama 2 (dua) minggu, mulai hari ini Kamis, tanggal 8 Oktober s/d hari Jum’at, tanggal 23 Oktober 2015. Bagi yang berdonasi, mohon transfer ke: Rekening Yayasan HULASKO BCA KCP Wisma Mulia Jakarta A/C No 5035 040 100, A/N Yayasan Hulasko Setelah transfer, mohon konfirmasi ke: Emmy Soerjo: SMS: 0811833227; WA:081282 084547 Enny Yuliani : SMS & WA : 08129310710 Kita bisa membayangkan betapa sulitnya kehidupan masyarakat yang terdampak di tengah kepungan asap yang tak kunjung reda. HULASKOers, mari kita tumbuhkan solidaritas kebangsaan. Mari kita tunjukkan sikap kepedulian kita dengan berpartisipasi pada Gerakan Penggalangan Donasi melalui Yayasan HULASKO ini. Terima kasih atas perhatian dan kedermawanan HULASKOers. Semoga amaliah kebaikan ini diterima oleh Allah Yang Maha Kuasa. Aamiin. Salam HULASKO pasti bisa ! Budi Palupi

Saturday, 23 May 2015

Reuni mini HULASKOers di Minahasa




Kami berempat (saya, suami, anak saya dan temannya)berangkat dengan GA602, tanggal 12 Mei 2015 dari Bandar Udara SOETTA pukul 05.30 WIB dan tiba di  Bandar Udara Sam Ratulangi Manado  pukul 09.55 WIT.

Setelah mengambil bawaan kami di klaim bagasi, kami beranjak keluar dan ternyata Sofieche (eks div. Services dan HR HULASKO) dan Itje (div. Services) sudah menanti kami. Sudah cukup lama saya tidak bertemu Sofieche, terutama dgn Itje. Mereka tidak berubah,  cara bicara dan ramahnya masih seperti dahulu. Sofieche dan Itje adalah saudara sepupu. Selain itu, kami juga dikenalkan dengan sepupu Sofieche yang juga datang menjemput kami yaitu Tommy.

Dengan mobil Tommy, kami menuju rumah Sofieche yg terletak -/+ 25 km dari Manado, tepatnya di  Desa Kaima, Kec. Kauditan, Minahasa Utara.

Cuaca di  Manado dan sekitarnya sungguh panas yaitu 32 derajat Celcius, Namun dengan halaman rumah Sofieche yang sangat luas (sekitar seribu meter) dan banyak ditanami pohon-pohon antara lain, pepaya, manggis, langsat, dan pohon kelapa, sehingga walaupun cuaca panas, kami tetap  merasa nyaman. Udara di Desa Kaima ini cukup unik, saat malam hari mulai pukul 24.00 hingga pagi hari udara sangat dingin, sekitar 18 derajat celcius. Berbanding terbalik dengan suhu di siang hari.

Sampai di rumah panggung Sofieche kira-kira pukul 11.00, kami telah disiapkan 2 kamar di lantai 2. Selain itu, kami juga sudah disiapkan makan siang hasil masakan Sofieche dan Itje. Menu makan siang hari itu adalah ikan mujair pedas (ikan mujair di Manado besar2 seperti ikan mas), sambal roa dan sayur daun pakis dengan bunga pepaya, daun  pepaya dan ikan cakalang (di Manado biasa disebut sayur paku) serta nasi panas,  sungguh nikmat.

Selesai makan siang kami istirahat hingga pukul 17.00.  Saat itu, kami berencana makan malam ikan bakar di Boulevard di pinggir pantai kota Manado. Namun sayang, kami tidak sempat melihat sunset karena berangkat terlalu sore dan jalan menuju kota Manado sangatlah macet. Kemacetan kota Manado ternyata tidak kalah dengan kota Jakarta. Selesai makan malam, kami diajak keliling kota Manado, sambil melihat mall-mall besar di kota Manado yg tidak kalah dengan mall-mall di Jakarta.

Hari kedua di Minut (13 Mei 2015), kita berencana untuk mengunjungi Bunaken, dengan menyewa speed boat untuk 7  orang. Perjalanan sekitar setengah jam kami tempuh. Namun, hal ini tak terasa karena sungguh indah laut dan pemandangan menuju Bunaken, laut berwarna biru tua yang sangat bersih. Sesampainya di lepas pantai Bunaken, kami pindah ke kapal Katamaran dimana kami dapat melihat dasar laut Bunaken. Dengan menggunakan kapal tersebut, kami menikmati keindahan dan eksotisme dasar laut Bunaken yang terkenal dengan ikan hias dan karang2nya, Subhanallah sungguh indah ciptaanMu. 

Sesampainya di Pulau Bunaken, anak saya dan temannya pergi snorkeling.  Sambil menunggu mereka selesai, saya, suami saya, Sofieche, Itje dan Tommy jalan-jalan sekitar Pulau Bunaken dan menyempatkan makan pisang goreng dengan sambal dabu, cukup aneh pisang goreng dengan sambal tapi kombinasi ini tetap nikmat. 

Hari ketiga (14 Mei 2015), kami menyantap menu makan pagi khas Manado yaitu Bubur Manado. Rencana kami hari itu adalah jalan-jalan sekitar kota Tomohon, namun sayang sekali ditengah jalan hujan sangat lebat,  setelah hujan agak reda kita sempat mampir di kota Kawangkoan, kota ini disebut juga sebagai kota kacang, sebagai penghasil kacang terbesar di Sulut, dan mampir ke Bukit kasih, Bukit Kasih adalah salah satu tempat pariwisata di provinsi Sulawesi Utara. Di Bukit Kasih ini terdapat monumen. Bukit Kasih ini terletak sekitar 50 km arah selatan Manado, tepatnya di desa Kanonang, kabupaten Minahasa. Bukit Kasih ini merupakan bukit belerang yang masih alami. Bukit kasih dibangun pada tahun 2002 sebagai pusat keagamaan dimana semua pemeluk agama bisa berkumpul dan beribadat di bukit tropis yang rimbun dan berkabut, ketika melewati kota Tomohon sempat melihat Universitas Manado (UNIMA), dan juga mampir ke makam Kyai Mojo Dan Pangeran Mangkubumi Hamengku Buwono ke 2, juga mengunjungi danau Lino dan danau Tondano.

Danau Tondano merupakan danau terluas di Sulut, luas danau ini adalah 4.278ha, dan sempat mampir di salah satu resto untuk minum teh sambil makan pisang goroho (pisang gr dan sambal)dan makan ikan Nike (ikan Dari danau Tondano, ikannya kecil2 sekali dan digoreng memakai tepung, seperti bakwan), kami juga sempat mengunjungi kota Woloan, dimana kota tersebut adalah kota penghasil rumah panggung kayu khas Woloan (knock down), rumah2 panggung tersebut sudah di export ke Mancanegara, luar biasa.

Hari keempat (15 Mei 2015), kami pergi melihat pantai-pantai di  sekitar kota Bitung, antara lain Pantai Millenium dan Pantai Tanjung Merah, namun pantai tersebut tidak sebersih pantai Bunaken, kemudian kita menuju pelabuhan Nelayan Bitung dan menyewa kapal motor Nelayan menuju Pulau Lembeh, disana terdapat monumen peringatan TRIKORA, kemudian menuju ke Tangkoko, dimana terdapat kebon binatang kecil khusus binatang asal Sulut, yaitu "Tarsius"

Tarsius bertubuh kecil dengan mata yang sangat besar, bola matanya berdiameter sekitar 16 mm, kaki belakangnya juga sangat panjang. Panjang kepala dan tubuhnya sekitar 10 sampai 15 cm, mereka juga punya ekor yang ramping sepanjang 20 hingga 25 cm. Jari-jari mereka juga memanjang. Bulu tarsius sangat lembut dan mirip beludru yang bisanya berwarna cokelat abu-abu, cokelat muda atau kuning-jingga muda.

Hari kelima (16 Mei 2015), acara membeli oleh2 di kota Manado dan sekitarnya, mampir di kabupaten Airmadidi untuk membeli beberapa macam oleh2 dan makan siang di Resto Sukur Jaya yang sangat terkenal dgn kepala ikan bakarnya. Akhirnya kami berhasil makan di restoran ini, kami sudah dua Kali batal karena restorannya tutup.  Setelah makan siang kami menuju makam Tuanku Imam Bonjol yg terletak di wilayah Pineleng 5 - 10 km dari kota Manado. Alhamdulillah sempat sholat Lohor di Masjid diseberang makam, dilanjutkan dengan mampir ke toko Kawanua untuk belanja souvenir. Hari kelima kami tutup dengan menunggu Sunset di Mantos (Manado Town Square) dan melihat Sunset dari belakang Mantos.

Hari keenam (17 Mei 2015), kami kembali ke Jakarta dgn menggunakan GA603, berangkat pukul 10.55 WIT. Bagasi kami bertambah dengan 5 kotak yang berisi oleh-oleh. Alhamdulillahirabbil'alamin sampai Jakarta sekitar pukul 13.05 WIB, sesampainya di Jakarta kami baru merasa capek. 

Selama di Sulut 6 hari 5 malam (12 Mei - 17 Mei 2015), kami selalu berangkat pagi pulang malam, dan jika diukur kami sudah mengunjungi 3/4 kota Minahasa, Manado dan Bitung.

Terima kasih banyak kepada Sofieche, Itje dan Tommy atas kebaikan hati  kalian membawa kami keliling Sulut.









Wednesday, 20 May 2015

Selamat HarKitNas

Sahabat-sahabat HULASKO,

Ingat firman-Nya, "Selepas mendengarkan khutbah dan salat, bertebaranlah kalian di muka bumi dan carilah rezeki Allah dengan usaha kalian. Dan ingatlah kepada Allah sebanyak-banyaknya dalam segala keadaan agar kalian beruntung mendapatkan kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat", ba'da subuh tadi saya bergegas ke Pasar Minggu belanja ikan segar dan empon-empon alias bumbu dapur.

Suatu perjalanan pagi yang menyenangkan di dalam angkot yang saya naiki, saya melihat ratusan orang yang berjalan kaki, yang di dalam berbagai kendaraan, terlihat terburu-buru. Semuanya melakukan aktivitasnya masing-masing. Ada pemandangan khusus yang saya perhatikan, di beberapa tempat berkumpul yang berbeda, mas-mas/bapak-bapak dan mbak-mbak/ibu-ibu berseragam baju KORPRI dengan desain sekarang yang lebih cantik dibandingkan desain lama. Warnanya tetap biru yang sama, tetapi desain sekarang ada motif seperti tumpal/pinggirannya di bagian bawah kemeja/blouse. Eh..eh..jadi teringat belasan/puluhan tahun lalu, setuju atau tidak setuju, suka atau tidak suka kita mengenakan seragam KORPRI saat upacara peringatan Hari-Hari Besar Nasional dan setiap tanggal 17. He..he...nostalgia, agar kita tetap semangat.

Sahabat-Sahabat HULASKO,
Hari ini tgl 20 Mei 2015, kita kembali memperingati HarKitNas.

Selamat "Hari Kebangkitan Nasional".

Untuk tambahan bacaan, berikut ini saya copas tulisan Rhenald Kasali.
Selamat membaca!

Salam HULASKO, 


@Rhenald_Kasali

KOMPAS.com - Duduk di depan saya dua perempuan muda. Sarjana Hukum lulusan UI. Wajah dan penampilan kelas menengah, yang kalau dilihat dari luar punya kesempatan untuk “cepat kaya”. Asal saja mereka mau bekerja di firma hukum papan atas yang sedang makmur, seperti impian sebagian kelas menengah yang memanjakan anak-anaknya.

Tapi keduanya memilih bergabung dalam satgas pemberantasan illegal fishing yang dipimpin aktivis senior: Mas Achmad Santosa. Dari foto-foto yang ditayangkan Najwa Shihab, tampak mereka tengah menumpang sekoci kecil mendatangi kapal-kapal pencuri ikan. Dari Ambon, mereka menuju ke Tual, Benjina, dan pusat-pusat penangkapan ikan lainnya di Arafura.

Itu baru permulaan. Sebab, pencurian besar-besaran baru akan terjadi dua-tiga bulan ke depan. Dan mereka, para pencuri itu, datang dengan kapal yang lebih besar. Bahkan mungkin dengan “tukang pukul” yang siap mendorong mereka ke laut menjadi mangsa ikan-ikan ganas.

Uang atau Meaning?

Di luar sana, anak-anak muda lainnya setengah mati cari kerja. Ikut seleksi menjadi calon PNS, pegawai bank, konsultan IT, guru, dosen dan seterusnya.

Seperti kebanyakan kaum muda lainnya, mereka semua didesak keluarga agar cepat mendapat pekerjaan, membantu keuangan keluarga, dan menikah pada waktunya. Cepat lulus, dan dapat pekerjaan yang penghasilannya bagus.

Tak sedikit di antara mereka yang beruntung bertemu orang-orang hebat, dari perusahaan terkemuka, mendapatkan pelatihan di luar negeri, atau penempatan di kota-kota besar dunia.

Tetapi semua itu akan berubah. Sebab atasan yang menyenangkan tak selamanya duduk di sana. Kursi Anda bisa berpindah ke tangan orang lain. Kaum muda akan terus berdatangan dan ilmu-ilmu baru terus berkembang. Bulan madu karier pun akan berakhir. Mereka akan tampak tua di mata kaum muda yang belakangan hadir.

Sebagian dari mereka juga ada yang menjadi wirausaha. Tidak sedikit yang tersihir oleh kode-kode yang dikirim sejumlah orang tentang jurus-jurus cara cepat menjadi kaya raya. Bisa saja mereka berhasil meraih banyak hal begitu cepat. Tetapi benarkah mereka berhasil selama-lamanya?

Pengalaman saya menemukan, orang-orang yang dulu begitu getol mencari uang kini justru tak mendapatkan uang. Di usia menjelang pensiun, semakin banyak orang yang datang mengunjungi teman-teman lama sekedar untuk mendapatkan pinjaman. Sebagian lagi hanya bisa sharing senandung duka.

Kontrak rumah dan uang kuliah anak yang belum dibayar, pasangan yang pergi meninggalkan keluarga dan serangan penyakit bertubi-tubi. Padahal dulu mereka begitu getol mengejar gaji besar, berpindah-pindah kerja demi kenaikan pendapatan.

Saya ingin membeitahu anda nasehat yang pernah disampaikan oleh Co-Founder Apple: Guy Kawasaki kepada kaum muda ia pernah mengatakan begini: 

“Kejarlah meaning. Jangan kejar karier demi uang. Sebab kalau kalian kejar uang, kalian tidak dapat ‘meaning’, dan akhirnya tak dapat uang juga. Kalau kalian kejar ‘meaning’ maka kalian akan mendapatkan position, dan tentu saja uang.”

Lantas apa itu meaning?

Meaning itulah yang sedang dikerjakan anak-anak perempuan tadi yang saya temui dalam tapping program televisi Mata Najwa edisi hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei beberapa hari ke depan. Menjadi relawan dalam team pemberantas illegal fishing.

Dan itu pulalah yang dulu dilakukan oleh para mahasiswa kedokteran di STOVIA yang mendirikan Boedi Oetomo yang menandakan Kebangkitan Nasional Indonesia. Bahkan itu pula yang dijalankan oleh seorang insinyur lulusan ITB yang merintis kemerdekaan Indonesia, Ir. Soerkarno. Itu pula yang dilakukan para CEO terkemuka saat mereka muda.

Di seluruh dunia, para pemimpin itu lahir dari kegigihannya membangun meaning, bukan mencari kerja biasa. Dalam kehidupan modern, itu pulalah jalan yang ditempuh para miliarder dunia. Mereka bukanlah pengejar uang, melainkan pengejar mimpi-mimpi indah. Seperti yang diceritakan oleh banyak eksekutif Jerman yang dulu menghabiskan waktu berbulan-bulan kerja sosial di Afrika. "Tidak saya duga, apa yang saya lakukan 20 tahun lalu itulah yang diperhatikan pemegang saham," ujar mereka.

Saya jadi ingat dengan beberapa orang yang mencari kerja di tempat saya, baik di UI maupun di berbagai aktivitas saya. Ada yang benar-benar realistis, datang dengan gagasan untuk membangun meaning dan ada yang sudah tak sabaran mendapatkan gaji besar.

Kelompok yang pertama, sekarang bisa saya sebutkan mereka berada di mana saja. Sebagian sudah menjadi CEO, pemimpin pada berbagai organisasi dan tentu saja wirausaha yang hebat atau Ph.D lulusan universitas terkemuka.

Namun kelompok yang kedua, datang dengan tawaran yang tinggi. Ya, mereka menilai diri jauh lebih tinggi dari kemampuan mereka. Dan tak jarang ada yang diminta berhenti oleh keluarganya hanya beberapa bulan setelah bekerja, demi mencari pekerjaan yang gajinya lebih besar. Amatilah mereka yang baru menikah. Kalau bukan pasangannya, bisa jadi orangtua atau mertua ikut mengubah arah hidup dan merekapun masuk dalam pusaran itu.

Padahal, semua orang tahu orang yang mengejar meaning itu menjalankan sesuatu yang mereka cintai dan menimbulkan kebahagiaan. Dan bahagia itu benih untuk meraih keberhasilan. Orang yang mengejar gaji berpikir sebaliknya, kaya dulu, baru bahagia. Dan ini tumbuh subur kala orang dituntut lingkungannya untuk mengkonsumsi jauh lebih besar dari pendapatan.

Sebaliknya, mereka yang membangun meaning, tahu persis, musuh utama mereka adalah konsumsi yang melebihi pendapatan.

Potret Diri

Kalau saya merefleksikan ke belakang tentang hal-hal yang saya jalani dalam hidup saya, maka dapat saya katakan saya telah menjalani semua yang saya sebutkan di atas. Sementara teman-teman yang 30 tahun lalu memamerkan kartu kreditnya (saat itu adalah hal baru bagi bangsa ini), pekerjaan dengan gaji besar, jabatan dan seterusnya, kini justru tengah mengalami masa-masa yang pahit.

Seorang pengusaha besar mengatakan begini: “Uang itu memang tak punya mata, tetapi mempunyai penciuman. Ia tak bisa dikejar, tapi datang tiada henti pada mereka yang meaning-nya kuat.”

Di dinding perpustakaan kampus Harvard saya suka tertegun membaca esay-esay singkat yang ditulis oleh para aplikan yang lolos seleksi. Dan tahukah Anda, mereka semua menceritakan perjalanan membangun meaning. Maka saya tak heran saat Madame Sofia Blake, istri duta besar Amerika Serikat di sini berkunjung ke Rumah Perubahan minggu lalu, ia pun membahas hal yang sama untuk membantu 25 putra-putri terbaik Indonesia agar bisa tembus diterima di kampus utama dunia.

Meaning itu adalah cerita yang melekat pada diri seseorang, yang menciptakan kepercayaan, reputasi, yang akhirnya itulah yang anda sebut sebagai branding. Anda bisa mendapatkannya bukan melalui jalan pintas atau lewat jalur cara cepat kaya.

Meaning itu dibangun dengan cara yang berbeda dari yang ditempuh pekerja biasa. Dari terobosan-terobosan baru. Dan kadang, dari bimbingan orang-orang besar yang memberikan contoh dan mainan baru. Ya, contoh dan mainan itulah yang perlu kita cari, dan terobosan-terobosan yang kita lakukan kelak memberikan jalan terbuka.

Selamat mencoba. Selamat hari Kebangkitan Nasional. Jangan lupa pemuda yang dulu membangkitkan kesadaran berbangsa di negeri ini adalah juga para pembangun meaning.

Prof. Rhenald Kasali adalah Guru Besar Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Pria bergelar PhD dari University of Illinois ini juga banyak memiliki pengalaman dalam memimpin transformasi, di antaranya menjadi pansel KPK sebanyak 4 kali, dan menjadi praktisi manajemen. Ia mendirikan Rumah Perubahan, yang menjadi role model dari social business di kalangan para akademisi dan penggiat sosial yang didasari entrepreneurship dan kemandirian. Terakhir, buku yang ditulis berjudul Self Driving: Merubah Mental Passengers Menjadi Drivers.